Kesalahan Antara Keputusan, kebiasaan dan Karakter
😊
“Ada
10 perintah Allah di dalam Alkitab, siapa disini yang sama sekali tidak pernah
melanggar satupun dari perintah itu, atau diantara kesepuluh perintah itu,
perintah apakah yang pernah dilanggar ? dan yang tidak pernah dilanggar? silahkan
angkat tangan? “Ketika dosen memberikan pertanyaan itu, semua mahasiswa yang
ada di dalam ruangan saling pandang dan terdiam. Kemudian dosen bertanya lagi
“siapa yang merasa hidupnya sempurna dan tidak pernah berdosa silahkan angkat
tangan?”. Tidak ada satupun jawaban terdengar dan suasana hening. Sebait cerita
pendek kisah masa kuliah tentang pertanyaan dosen yang sampai kapanpun melekat
dalam hati penulis. Pertanyaan yang bisa dirasakan namun sulit dijelaskan.
Pertanyaan yang memiliki jawaban tak terbatas, bisa juga diibaratkan seperti
penampakan hantu tidak terlihat namun membuat orang yang merasakan kehadirannya
lari terbirit-birit. Tidur tidak nyenyak dan terjaga terus menerus.
Pada hakikatnya manusia memang tidak luput dari kesalahan, ini merupakan sebuah pernyataan pembelaan secara umum yang akan selalu terdengar setiap saat dimana-mana. Seolah membuat alasan adanya kesalahan yang dilakukan oleh manusia dan apa yang terjadi padanya adalah sesuatu hal yang biasa dan wajar. Sehingga terjadi pembenaran meskipun kesalahan itu bisa saja telah merugikan orang lain atau dirinya sendiri. Tetapi manusia adalah makhluk yang berakal setiap orang memiliki hati nurani akan memilih memperbaiki dan menyesali perbuatannya. Sejatinya, disinilah letak keunggulan manusia dibanding mahkluk yang lain. Terlepas dari usaha untuk berubah sebaik apapun manusia menghindari diri dari kesalahan ia akan tetap pasti pernah terjatuh dan gagal. Namun penting dipahami terdapat perbedaan antara kesalahan yang di sengaja dan dan yang tidak. ada bagian-bagian tertentu yang membedakannya. Hah, kok bisa…?
Penulis pernah membaca beberapa kutipan pendek dari internet yang menulis tentang kesalahan, Kesalahan yang diulang lebih dari sekali, adalah keputusan, kesalahan yang diulang lebih dari dua kali adalah kebiasaan dan kesalahan yang diulang lebih dari tiga kali adalah karakter, apa yang membedakannya? Sangat menarik dan cukup rumit tetapi mari kita coba bahas satu persatu sebagai berikut:
a) Kesalahan yang diulang lebih dari sekali, adalah Keputusan
m Ada beberapa alasan mengapa kesalahan bisa terjadi, kesalahan dilakukan berdasarkan keadaan dan situasi yang sulit, sehingga secara terpaksa dilakukan, ada juga yang dilakukan
Keputusan
dalam hal ini menyangkut pertimbangan tentang apa yang benar dan yang salah,
apa yang baik dan apa yang buruk.[1] Pada titik ini tidak dapat
dipastikan apakah bisa disebut sebagai kebiasaan atau karakter karena masih
logis dijelaskan terkadang karena terpaksa dan dalam situasi sulit. Terdapat
perbedaan antara keputusan yang dibiarkan terjadi dengan sebuah kesalahan yang
berdasarkan kebiasaan yang sehingga menjadi terus dilakukan. Misalnya seorang
dokter terpaksa melakukan aborsi untuk menyelamatkan nyawa ibu yang hamil
karena hypertensi. Adanya pendarahan secara terus menerus sehingga janin harus
dikeluarkan untuk menyelamatkan nyawa ibunya. Namun ada alasan bahwa mengapa
memilih nyawa ibu, karena janin yang dibiarkan juga tidak akan berkembang namun
mengancam nyawa ibunya, maka salah satu tindakan harus segera diambil.
Secara hukum dunia dan hukum Allah
manusia percaya bahwa membunuh tetaplah sebuah kesalahan dan tidak ada kompromi
untuk hal itu. Tetapi sisi lain mereka percaya bahwa pada keadaan ini mereka
juga telah mencoba berbuat baik kepada salah satu pihak sehingga kesalahan yang
terjadi tidak fatal. Orang-orang Kristen sependapat bahwa Allah adalah pusat
dan sumber dari semua yang baik, Allah adalah hakim yang terakhir yang
memutuskan apa yang benar dan apa yang salah.semua patokan moral tunduk kepada
ketentuanNya.[2]
a) b). Kesalahan yang diulang lebih dari dua
kali adalah kebiasaan
Tahap
kedua ini berbeda, karena perkembangan kesalahan yang dilakukan menjadi lebih
dari dua kali. Bukan lagi karena alasan terpaksa atau karena tidak sengaja,
tetapi melebihi dari dua kali artinya ada pengulangan perbuatan yang dilakukan
tanpa bisa dicegah, sehingga disebut menjadi kebiasaaan. Ini juga dipahami
sebagai perilaku atau perbuatan yang sering terjadi dalam kehidupan
sehari-hari. Definisi kebiasaan adalah respon yang sama dan cenderung berulang
untuk stimulus yang sama pula. [3] Misalnya kita tau bahwa
bangun kesiangan adalah kesalahan yang membuat kita terlambat berangkat
ketempat kerja tepat waktu, tetapi karena bangun kesiangan itu dilakukan
berulang lebih dari dua kali maka akhirnya menjadi kebiasaan. Kebiasaan sangat
sulit diubah karena membutuhkan ketegasan pada diri sendiri untuk benar-benar
memutuskan tidak kembali pada kejadian yang sama.
b) c) Kesalahan yang diulangi lebih dari
tiga kali adalah Karakter
Berbicara
tentang karakter maka pembahasan akan masuk lebih dalam pada diri seseorang. Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia, karakter adalah tabiat, sifat-sifat kejiwaan,
akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain.[4] Setelah melakukan
kesalahan berulang kali melebihi dari kebiasaan itu berarti sudah merupakan
karakter. Sulit diubah karena karakter adalah suatu sifat dan kebiasaan yang
mendalam berakar dalam diri seseorang, dalam hal ini dimanapun dan kapanpun ia
berpikir dan mengambil tindakan. Penggambaran tingkah laku yang menonjol yang
bisa dilihat mengenai karakter seseorang, salah satu ukuran mengenai karakter
seseorang yaitu memiliki karakter yang kuat dan karakter yang lemah. Seseorang
yang memiliki karakter kuat tidak mudah dipengaruhi oleh keadaan disekitar,
salah satunya kecenderungan dalam melakukan kesalahan yang sama berulang kali
lalu merugikan dirinya atau orang lain demikian juga sebaliknya.
Manusia
adalah makhluk paling unik yang memiliki kewajban dan tanggungjawab berkat daya
psikis cipta, rasa dan karya, manusia dapat mengetahui bahwa ia tahu, dan
mengetahui apa yang ia tidak tahu, dibanding makhluk lain manusia diberi
kelebihan untuk menghadapi persoalan hidup.[5] Jadi, jika dalam
bertindak, berpikir dan berbicara ia masih selalu melakukan kesalahan yang
sama, maka kesalahan sudah menjadi masalah besar dalam dirinya, karena
sejatinya karakter membutuhkan sikap konsisten, seseorang tidak akan bisa
berubah dengan mudah jika karakternya yang mengendalikan hidupnya. Terlepas
dari semua hal yang terjadi dalam kehidupan ini, satu-satunya cara untuk
menghadapinya adalah tegas terhadap diri sendiri. Berani katakan tidak untuk
sesuatu yang salah, adalah nasehat bijak yang bisa membantu kita mampu
mengatasi permasalahan-permalahan dalam hidup. Tuhan memberkati dan memampukan
kita untuk semakin menyadari bahwa hidup kita ini berharga.
Penulis
Meliani S.Th
[1] Brownlee Malcolm, Pengambilan
Keptusan Etis dan Faktor-faktor di dalamnya,( Jakarta: Gunung Mulia,2006),
16.
[2] Lihat Bab II, Hal 29
[3] Fatwiningsih,Nur, Teori
Psikologi Kepribadian Manusia, (Yogyakarta: Penerbit Andi,2020), 6.
[5]Mujahidah, Seni Berfilsafat,(Pekalongan:
Penerbit NEM-Anggota IKAPI,2023), hal 2-3.
\
ad
Komentar
Posting Komentar