The Law Of Attraction

 

Kekuatan berpikir positif, penuh cinta, 

dan ketulusan yang mampu mengubah segalanya

Berpikir positif dan iklas menerima segala sesuatu akan membuat hidup lebih tenang dan damai. Bukan berarti ini membuat kita dianggab lemah dan pasrah, tentu saja berjuang sudah dilakukan dan jika tetap gagal berarti bagian kita adalah menyerahkannya pada sang Maha Sumber. The Law Of attraction bisa dikatakan sebagai bahasa lain dari bagaimana menerapkan iman, seperti juga bagaimana kemampuan menghadirkan pikiran-pikiran positif yang dapat mengubah segala sesuatu atau menarik hal-hal baik dari semesta secara lansung melalui kata-kata (afirmasi). Sehingga terwujudnya apa yang diharapkan secara positif. Contoh nya adalah ketika jatuh cinta dan mengalami kekecewaan, The Law of Attraction juga bisa diterapkan saat merasa gagal dalam segala hal termasuk juga karir atau pekerjaan. Kemampuan melihat hal-hal baik dalam setiap peristiwa, mengubah pikiran untuk lebih menerima agar tidak menghambat hal-hal baik lainnya dalam proses kehidupan.

Manusia adalah makhluk yang begitu rumit dengan segala masalah, tingkah laku dan karakternya yang unik. Milyaran manusia di dunia ini tidak ada yang sama dan ini kemudian mendasari perbedaan-perbedaan yang memunculkan masalah sehingga menjadi hal yang lumrah ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Begitu kompleks Allah menciptakan manusia dengan segala kekayaan itu, menjadikan siapa saja harus selalu mengingat dalam kehidupan ini semua ciptaan, terutama manusia harus berdampingan, saling menerima, memaafkan dan menghargai. Munculnya pikiran-pikiran tidak baik ( negative) atau pikiran yang baik ( positif) akan sangat mempengaruhi berikut respon dan reaksi. Perbedaannya terletak pada mana yang lebih banyak diterapkan apakah berpikir yang negative atau positif.

Mahaluas nya alam semesta membuat kita bertemu ragam manusia yang berbeda baik secara pola pikir, maupun pendapat. Tentu dalam proses berbaur atau bergaul tidak semua pendapat, pola pikir dan pandangan itu selalu berakhir pada tujuan yang sama. Itu baru saja sampai pada kasus secara umum yakni berbicara mengenai hubungan manusia antar sesama manusia. Jenis yang lebih rumit dari itu adalah ketika yang dihadapi ternyata adalah diri sendiri. Bukan hal yang asing jika sering kali kita menemukan ada orang yang berkata “ Ketika hati dan logika tak lagi bisa diajak bekerja sama”. Belum mampu menyelesaikan masalah dengan orang lain, kita juga terkadang harus berperang dengan batin sendiri. Ibadah dan doa pada kenyataannya tidak akan cukup tanpa benar-benar disertai sikap menerima dan iklas atas kenyataaan-kenyataan dalam kehidupan.

Selalu bersyukur dan mau mengampuni, adalah bagian pendukung dari The Law of Attraction. Bisa terwujud apa yang pikirkan dan yang diharapkan tentu harus di barengi sikap siap melepaskan, mengiklaskan dan mengampuni. Tidak menyalahkan keadaan dan mengumpat, hindari mengucapkan kata yang tidak baik karena cinta atau jenis kebaikan manapun yang mau kita wujudkan tidak dapat campur dengan murka dan amarah. Lihat orang yang sulit berproses dalam hidup mereka, sulit bangkit ketika gagal,  kasus terbanyak adalah ketika pikiran negative dan ucapan negative lebih mendominasi. Padahal pemahaman untuk berterimakasih pada hidup atas apapun yang dialami sangat mendorong kita mengendalikan situasi. Pikiran adalah energy yang dapat menarik apa saja, termasuk juga perkataan. Memaafkan masa lalu dengan menghadirkan pikiran positif, akan lebih memudahkan masa depan tercapai. Tidak ada orang yang dapat kembali masa lalu, dan tidak ada juga yang bisa mengubah masa lalu tetapi sekedar menyesalinya saja bisa merusak dan menghambat masa depan. Tuhan pun jika belum bisa move on dari masa lalu, pantaslah Adam dan Hawa serta iblis dihapus keturunannya. Mengapa Tuhan tidak menciptakan ciptaan lain, tidak harus wujud manusia apa lagi melanjutkan keturunan dari Adam dan Hawa. Bukan kah dimasa lalu manusia itu mengecewakan Tuhan? Jika Tuhan saja masih memberi kesempatan untuk masa depan manusia itu baik, mengapa kita tidak bisa belajar menerima masa depan kita sekarang dan memaafkan masa lalu, sulit dan tidak mudah, Ya ! jawaban ini jujur. Namun mengingat bahwa di masa lalu kita juga berasal dari kehidupan yang selalu mengecewakan Allah akan mendorong tegas kita berhenti menghukum masa lalu.

Sekedar tulisan berikut hal-hal yang bisa direnungi

Cinta itu adalah perasaan kasih terbaik dan bukti nyata keberadaan Tuhan. Jatuh cinta yang datang dari Tuhan sudah pasti merupakan perasaan yang benar-benar tulus. Namun tidak semua jenis cinta dipastikan tulus, selama rasa benci, amarah dan dendam lebih mendominasi. ketika kita disakiti, dan kecewa tetapi gagal membenci maka itulah definisi cinta Tuhan yang sebenarnya. Banyak orang gagal dalam cinta, membuat mereka membenci dan terus menerus menyalahkan keadaan dan kenyataan. Pada dasarnya harus diingat bahwa manusia itu tidak sesempurna Tuhan. Walaupun ketika mengalami  cinta atau perasaan kasih, dititik itu kita bisa melihat manifestasi manusia yang bisa saja sebaik dan setulus Tuhan. Terkadang saat terlena kita lupa bahwa manusia itu bisa berubah, namun kendali utama tidak terletak pada orang lain, tetapi sepenuhnya pada diri sendiri dan tentu kita juga tidak bisa mengubah apapun, tetapi terlepas dari itu semua kita juga harus menyadari bahwa dalam setiap peristiwa pasti ada maksud Tuhan. The Law of Attraction ini dapat diterapkan ketika berusaha berdamai dengan hal itu. Bagaimana menerapkan nya ?

Carilah alam atau bawalah diri masuk pada suasana yang sunyi dan penuh ketenangan bisa saja cukup dengan menatap langit dan berbicara pelan penuh ketulusan. Tarik nafas dan tersenyum pada diri sendiri. Katakan pada diri sendiri hal-hal yang baik, “ aku tulus, aku tidak kecewa.. aku bahagia melakukannya” ini akan membuat perasaan lebih baik, lebih iklas dan lebih menerima. Bisa saja dalam bentuk memuji dan memberi semangat pada diri sendiri “ aku hebat melakukan ini sebaik ini, terimakasih diriku’ ini akan mendorong diri sendiri lepas dari sikap menyalahkan diri sendiri. “aku sukses, aku berhasil, aku bahagia..aku menemukan cinta yang tulus setulus diriku padanya” adalah ungkapan-ungkapan positif yang dapat membuat diri bahagia dan tentu saja bukan sekedar membuat rileks, mengobati luka hati, tetapi ungkapan ini juga memiliki kekuatan seperti bagaimana pikiran positif kita juga akan menarik hal-hal baik terjadi, sebab pikiran adalah kekuatan tersembunyi manusia. Titik kendali utama dalam segala aspek terbesar yang paling mempengaruhi. Banyak orang jatuh dan hancur karena pikiran yang diterapkan adalah pikiran negative, dan ucapan negative kepada diri sendiri ketika keadaan dan kenyataan mengecewakannya. Hindari juga toxic dalam perkataan, sumpah serapah ketika merasa dikecewakan, karena apa yang dipikirkan dan dikatakan jika terkoneksi kesemesta maka Tuhan itu Maha mendengar. Akhir kata terimakasih sudah membaca tulisan pendek ini,

“Mari berpikir positif, ucapkanlah hal-hal baik yang didasari niat baik dan kebaikan2 akan terjadi”   Tuhan menolong dan memampukan kita.

 

 

Penulis

Meliani S.Th

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wara dan hubungannya dengan Agama ( suku Dayak Tewoyan : Penelitian )

VIRUS CORONA DAN PEMAHAMANNYA DARI SEGI TEOLOGIS