VIRUS CORONA DAN PEMAHAMANNYA DARI SEGI TEOLOGIS

 

                                 BAB I 

                                                     PENDAHULUAN

           1.1  Latar Belakang Masalah

     Virus Corona telah menjadi wabah yang besar bagi seluruh penduduk dunia, lebih dari 1.700 orang meninggal dunia dan terinfeksi. Pasar tradisional di kota Wuhan menjadi sorotan dunia, dipasar ini banyak para pedagang daging yang menjual dengan bebas bahan makanan dan lauk yang tidak lazim. Para ahli kesehatan dunia menduga pasar tradisional ini yang pertama kali menjangkit warga kota Wuhan. Pemerintah Indonesia khususnya wilayah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperketat jalur lalu lintas udara, demi mencegah penyebaran virus ini, disamping itu muncul pula berbagai fakta dan fenomena yang terjadi di tengah-tengah masyarakat memunculkan keresahan dan kekhawatiran secara meluas, bagaimana Suku Dayak melihat masalah ini? dan menanggapi wabah kasus ini ? tulisan ini akan membahas lebih lanjut tentang upaya berteologi Konstektual menurut Model Terjemahan.

              1.2 Rumusan masalah

1.2.1        Latar Belakang dan konteks Wilayah Kota Banjarmasin

1.2.2        Wabah Virus Corona dan Definisi tentang Virus Corona

1.2.3        Upaya warga Banjarmasin dalam mencegah wabah Virus Corona

1.2.4        Teologi Kontektual Praksis dan Pandangan Teologis Warga Kota Banjarmasin tentang Wabah Virus Corona

     1.3 Tujuan penulisan:

1.3.1 Tujuan Umum

1.3.1.1 Memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah Teologi Kontekstual

1.3.1.2 Menambah pengetahuan penulis maupun pembaca dalam memperlajari materi kuliah Teologi Kontekstual

1.3.2 Tujuan Khusus

1.3.1.3 Memaparkan cara berpikir Eklesiologis dalam menjawab permasalahan yang ada di dalam Jemaat dengan cara pemahaman teologis.

     1.4 Metode penulisan  

          Dalam penulisan ini Penulis menggunakan metode data yang diperoleh dari buku sebagai sumber. Kemudian penulis juga meringkas penulisan dengan memaparkan masalah melalui cara penulisan dengan menuangkan ide dan gagasan yang juga disesuaikan dengan buku-buku sebagai sumber yang memperkuat karya penulisan.

                                            BAB II

                                        PEMBAHASAN

2.1 Latar Belakang dan konteks wilayah Kota Banjarmasin[1]

    Kota Banjarmasin adalah sebuah kota maju yang terletak di provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Kota Banjarmasin dijuluki sebagai kota seribu sungai  memiliki wilayah seluas 98,46km2 yang wilayahnya merupakan delta atau kepulauan yang terdiri dari 25 buah pulau kecil yang dipisahkan oleh sungai-sungai di antaranya Pulau Tatas, pulau Kelayan, Pulau Rantauan Keliling, Pulau Insan dan lain-lain. Berdasarkan data BPS kota Banjarmasin tahun 2019, Kota Banjarmasin memiliki penduduk sebanyak 700.870 jiwa dengan kepadatan 7.118.32 jiwa per km2. Wilayah metropolitan Banjarmasin yaitu Banjar Kuala memiliki penduduk sekitar 1,9 juta jiwa.

 2.1.1 Gambaran Umum Suku Bangsa, Agama dan kebudayaan masyarakat Banjarmasin 

    Suku bangsa yang mendiami Kota Banjarmasin adalah suku Banjar, Jawa, Madura, Dayak, Tionghoa, Bugis, Sunda, Batak dan berbagai suku yang lain-lain. Agama yang di anut adalah Islam, Kristen, Budha, Hindu, dan Khonghucu. Bahasa yang umum di gunakan adalah bahasa Banjar dan bahasa Indonesia. Pasar Terapung merupakan budaya dan destinasi wisata yang cukup terkenal di kota Banjarmasin. Sebagai kota Maju dan padat penduduk Kota Banjarmasin sudah termasuk kota metropolitan dengan berbagai kemajuan dan hal menarik, seperti pusat perbelanjaan, pasar-pasar dan hiburan malam dan taman hiburan.

            2.1.2 Kemajuan dan gaya hidup

          Kota yang serba modern dan cangkih memang sudah sejak lama menjadi ikon kota Banjarmasin. Pelabuhan dan lalu lintas antar negara terbuka bagi semua kalangan masyarakat. Menyebabkan kota Banjarmasin sebagai kota di Kalimantan yang terpadat. Kota ini juga menjadi sasaran pendatang terutama bagi pencari pekerjaan dan yang menimba ilmu di perguruan tinggi. Seiring perkembangan jaman dan padatnya papulasi manusia dari latar belakang suku dan budaya nya yang cukup terkenal, menjadikan kota Banjarmasin sebagai kota yang keras dan penuh persaingan baik dalam dunia bisnis, perkerjaan dan kemajuan-kemajuan lainnya. tidak dapat di pungkiri kejahatan dan kemaksiatan akan selalu ada di dalamnya. Hotel Banjarmasin Internasional adalah hotel atau tepat malam hiburan yang paling terkenal di kota ini. Jika nama nya saja Internasional maka sudah pasti akan ada warga negara asing ikut serta di dalamnya.

2.2 Wabah Virus Corona dan definisi tentang Virus Corona

            Sementara wabah Virus Corona yang mengemparkan dunia, tiba-tiba telah menginfeksi dan banyak orang. Ribuan orang dengan cepat terinfeksi tanpa dapat terdektesi dan tertangani. Banyak nyawa orang tidak tertolong, Berita dan siaran tentang suasana dramatis dan haru meresahkan dan membuat khawatir berbagai pihak,terutama warga Banjarmasin. Para mahasiswa Indonesia yang berasal dari Banjarmasin yang pulang dari Cina menambah daftar warga WNI yang pulang karena khawatir dengan wabah virus Corona. Pemeriksaan dan hasil observasi mereka dinyatakan negatif dan tidak terpapar virus Corona. Meskipun demikian pemerintah provinsi Kalsel dan instansi terkait juga terus tetap mewaspadai penyebaran virus itu.

            Koronavirus atau Coronavirus ( istilah populernya : Virus Korona, virus corona atau virus Corona) adalah virus dari famila Coronaviridae yang dapat menyebabkan penyakit pada burung dan mamalia (termasuk manusia) struktur tubuh virus ini (virion) ini terdiri dari membran,selubung lipid bilayer yang menyerupai paku (spike),genom RNA positif,dan protein nukleokapsid. Glikoprotein koronavirus dapat berikatan dengan glikoprotein permukaan sel inang secara spesifik untuk memulai terjadinya infeksi. Koronavirus diklasifikasikan menjadi tiga (3) golongan utama, golongan 1 dan 2 menginfeksi mamalia, mulai dari kelelawar hingga manusia, sedangkan golongan tiga hanya ditemukan pada spesies hewan burung. Infeksi golongan penyakit ini menimbulkan beberapa variasi,mulai dari hampir tidak timbul gejala apapun hingga gejala yang fatal dan cepat. Infeksi coronavirus dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti bronkhitis, enselfis, gastroenteritis, dan hepatitis. [2]

2.3 Upaya konkrit Warga Banjar mencegah wabah Virus Corona

            Penyakit ini telah menghilangkan nyawa lebih dari 1.700 orang dan menjadi masalah kesehatan Internasional karena membuat radang paru-paru dan lebih mudah menyerang orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah. Penyebaran dari manusia ke manusia terjadi ketika batuk, bersin atau juga karena kontak fisik lainnya atau juga karena menyentuh barang yang telah tersentuh orang yang terinfeksi. Kebiasaan-kebiasaan mengkonsumsi daging mentah adalah dugaan terburuk atas kasus ini. Tetapi kebiasaan-kebiasaan itu tidak pernah dilakukan di kota Banjarmasin, kecuali di kota asal dimana penyakit ini pertama kali menginfeksi orang yaitu di kota Wuhan, Cina. Slogan “Bariman,Barasih Wan Nyaman” adalah slogan terkenal di Banjarmasin,  penghijauan dan penyediaan tong sampah dari dinas lingkungan hidup kota Banjarmasin, sudah cukup menanggulangi dan mencegah masuknya berbagai macam penyakit termasuk virus Corona.

2.4 Teologi Kontektual Praktis dan Pandangan Teologis Warga Kota Banjarmasin tentang Wabah Virus Corona

2.3.1 Hidup sehat dan rajin berolahraga

            Sudah menjadi hal yang seringkali di lakukan pada hari Sabtu dan Minggu banyak orang dari anak-anak sampai yang tua lari pagi dan jalan santai. Hal ini dilakukan untuk menjaga stamina semua warga kota,bahkan pemerintah kota juga sering menyelenggarakan acara jalan santai berhadiah bagi warga,makanan dan hidangan dan bagi-bagi undian. Ini terbukti nyata setiap Minggu pagi Taman Siring padat di datangi semua warga kota yang antusias mengikuti jalan santai berhadiah.

2.3.2 Penertiban pasar-pasar tradisional dan penjagaan ketat di bandara dan pelabuhan

            Alasan yang kuat bahwa penyakit muncul pertama kali di duga di pasar tradisional kota Wuhan, Cina dengan mudah menyerang warga. Tetapi di kota Banjarmasin jauh sebelumnya sudah ditetapkan petugas-petugas khusus untuk memantau dan menertibkan pasar-pasar yang ada di Kota Banjarmasin. Sejak berita heboh tentang virus Corona, warga kota Banjarmasin sudah  mencegah untuk sementara keberangkatan ke luar Negeri terutama ke Cina dan daerah yang terindikasi Virus corona.

2.3.4 Menguatkan Iman untuk semakin percaya kepada Allah

       Mementingkan diri sendiri dan rakus telah menjadi penyakit di dalam diri manusia sejak awal, tudingan datangnya penyakit atau wabah banyak yang menyakini sebagai akibat Tulah dari cara hidup yang tidak sehat jasmani dan rohani. Indonesia dikatakan bebas virus Corona,membuat dunia tercengang dan terheran-heran. WHO sebagai organisasi kesehatan dunia meragukan fasilitas kesehatan yang dimiliki oleh Indonesia.

         BAB III 

    3.1 Perubahan Zaman dan juga Cuaca yang ektrem memicu penyakit dan Masalah-Masalah

            3.1.1 Upaya Gereja dalam Kesehatan  

            Munculnya penyakit dan wabah seperti yang di alami oleh manusia pada Zaman ini adalah masalah yang muncul karena kemajuan zaman,seiring perkembangan itu maka manusia berlomba-lomba memikir kan bagaimana agar mereka bersaing dan maju,ditengah kota Banjarmasin yang maju persaingan bisnis, pendidikan dan pengetahuan juga akan menjadi tantangan. munculnya Virus Corona yang mewabah maka gereja harus berupaya bekerja sama dengan pihak rumah sakit, karena sehat bukan hanya soal fisik tetapi juga bagaimana agar sehat secara jasmani dan rohani. Maka Gereja harus hidup dalam masyarakat dan harus menjadi contoh, harus merupakan pengaruh yang positif. Harus menjadi semacam sel-sel kesehatan yang meluas,melaan sel-sel kanker dosa dan egoisme yang mau merusak masyarakat.[3] Virus Corona juga adalah bagaikan sel-sel racun dan kanker bagi kehidupan.    

          3.1.2 Kehidupan sosial Budaya di Banjarmasin

            Sebagai kota yang maju dan banyak pendatang dari semua kalangan suku,bahasa dan budaya, baik dari dalam maupun luar kota Banjarmasin,maka kehidupan sosial budaya perlu di tekankan sikap saling menghargai dan peduli satu sama lain. Sikap peduli juga akan membuat kehidupan satu dengan yang lainnya akan terjamin baik. Stop penjualan dan pembelian barang-barang luan negeri tetutama dari Cina, tidak dapat dipungkiri jika Banjarmasin adalah kota yang maju dan serba lengkap,tentu banyak sekali barang dari  luar negeri yang memicu penyakit dan bermacam-macam masalah yang mungkin saja akan muncul.

          3.1.3 Penyakit adalah dosa menurut Gambaran Alkitab

            Penyakit adalah sesuatu yang tidak diinginkan manusia, setiap orang pasti pernah mengalami sakit. Suasana duka dan kehilangan nyawa karena suatu penyakit merupakan hal sangat menyedihkan hati. Dalam cerita hidup Ayub penyakit yang seperti tulah, begitu saja membuat dia menderita bahkan harus kehilangan anak-anaknya. Tetapi di tengah penderitaannya Ayub masih mampu berkata tentang kebaikan dan kasih Ayub 6:14 “ siapa yang menahan kasih sayang terhadap sesamanya,melalaikan takut akan manusia”. Gambaran ini menjelaskan bahwa gaya hidup dan kemajuan kehidupan dikota seringkali membuat orang lupa untuk peduli dengan sesamanya. Manusia sebagai ciptaan Allah yang tidak menyadari dosa nya dan tiak bertobat akan sangat mendukakan hati Allah.[4]

            3.1.4 Banjarmasin adalah Kota yang “Bariman,Barasih Wan Nyaman

            Kota ini merupakan kota yang sarat akan keagamaan dan religius, erat kaitannya kesehatan juga berasal dari iman,dan bersih. Allah mengasihi orang yang hidupnya bersih,karena itu bersih juga tidak hanya dilihat dari cara hidup namun juga hati. Mazmur 18:26  dalam nyanyian syukur Daud atas keselamatannya. Daud bersyukur sebab Allah telah menyelamatkannya, dan penyelamatan Allah juga karena kebaikan yang dilakukan oleh Daud. Allah hadir dan berkenan menyembuhkan bahkan dalam situasi yang tidak mungkin sekalipun. Virus corona telah membuat banyak orang sadar bahwa kehidupan adalah suatu anugrah Allah yang mahal, dan setiap orang bertanggungjawab menjaga itu,salah satunya adalah menjaga kebersihan. Kebersihan secara jasmani dan rohani.

            3.1.5  Wabah Virus membuat Warga Kota tetap masih bersyukur

            Sadar bahwa Kekuatan Allah sangat besar dan melampaui kekuatan manusia, banyak komentar dan tanggapan  yang justru mengungkapkan iman dan percaya yang semakin kuat kepada Allah.

    BAB IV

    ANALISA

4.1 Penerapan Hidup Bersih

            “Kebersihan adalah sebagian dari iman” tentu makna dari kalimat bijak ini bukanlah mengukur kualitas iman,tetapi agar penyakit tidak menjadi wabah maka diperlukan kesadaran semua orang dalam menerapkan kebersihan diri. Pribadi yang bersih luar dalam mencerminkan iman yang berakar pada Tuhan. Imamat 20:1-20 menegaskan bahwa umat itu adalah suci dan kudus, peraturan dan hukum maka supaya suci dan kudus juga ditetapkan sejak zaman perjanjian lama dalam kitab Taurat. [5]

4.2 Mengindari Dosa

            Dosa juga adalah penyakit yang yang sulit di sembuhkan di dalam diri manusia, jika penyakit karena dosa, maka jauhilah dosa, untuk itu mintalah pertolongan Tuhan. Namun atas kematian Kristus penyakit akibat dosa telah di sembuhkan. Alkitab mengelompokkan penyakit ada 3 bagian pertama, sakit fisik, kedua, sakit jiwa dan ketiga sakit karena setan.[6] Bisa jadi Virus Corona adalah setan,karena diluar kemampuan manusia.atau bisa jadi juga karena Tuhan sedang menegur karena sikap dan cara hidup telah benar-benar salah dan keliru.

            BAB V 

            SOLUSI TEORITIS DAN PRAKTIS

5.1 Solusi

            Melihat dari masalah yang timbul dari wabah Virus Corona, maka yang pertama-tama adalah peran Gereja, Gereja harus bekerja sama dengan masyarakat dan pihak kesehatan. Gereja memiliki tanggungjawab bukan hanya masalah rohani,tetapi juga fisik,karena dimana ada pepatah mengatakan di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Sebab daya tahan tubuh yang kuat juga memiliki kaitan yang erat dengan kedua hal itu yaitu kesehatan jasmani dan rohani.

5.3 Waspada dan berjaga-jagalah

            Dimanapun manusia berada, penyakit dan penderitaan akan selalu ada, tidak ada orang yang dapat menghindari kecuali mencegahnya. Menghindar dari penyakit yang tidak dapat di duga oleh manusia,maka sikap waspada dan berjaga-jaga adalah solusi dan tawaran yang tepat,Yesus juga telah memperingatkan murid-murid bahwa dalam setiap situasi mereka tidak boleh lengah. Matius 16:36-46 ketika Yesus mendapati murid-murid tertidur. Begitu juga dengan kehidupan manusia jika tidak waspada maka penyakit dan wabah selalu mengintai manusia.

                                   DAFTAR PUSTAKA

Sumber Internet :

  https://reformata.com

  https://.id.m.wipipedia.org

  https://id.m.wikipedia.org

Sumber Buku :

          Claire Bath, Marie Teologi Perjanjian Lama 1, (Jakarta: BPK Gunung Mulia,) 2013.

          Franz Magnis-Suseno, Beriman dalam Masyarakat Butir-Butir Teologi Kontekstual, (Yogyakarta: Penerbit Kanisius), 1995.



                [1] https://.id.m.wipipedia.org di akses pada hari Selasa 25 Pebruari 2020 pukul 14:51 Wita

                [2] https://id.m.wikipedia.org  di akses pada hari Selasa pukul 01:37 wita

                [3] Franz Magnis-Suseno, Beriman dalam Masyarakat Butir-Butir Teologi Kontekstual, (Yogyakarta: Penerbit Kanisius),1995, Hal 63.

                [4] Marie Claire Bath, Teologi Perjanjian Lama 1, (Jakarta: BPK Gunung Mulia,)2013,hal 49

                [5] Ibid, hal 305

                [6] https://reformata.com di akses pada hari Selasa pukul 18:25 

 

 

 Penulis : MELIANI S.Th 

 

Silahkan memberikan komentar, dengan senang hati penulis akan menerima jika ada dari tulisan ini yang perlu diperbarui. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wara dan hubungannya dengan Agama ( suku Dayak Tewoyan : Penelitian )

The Law Of Attraction