PENTAKOSTA DALAM PERISTIWA KISAH PARA RASUL

 

PENTAKOSTA

Kisah Para Rasul 2 :1-7

Ketika tiba hari Pentakosta semua orang percaya berkumpul   di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk, dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. Mereka semua tercengang-cengang  dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?

Peristiwa pentakosta merupakan sebuah peristiwa besar dalam sejarah Kekristenan mula2. Dari sini lah cikal bakal tumbuhnya gereja dan merupakan tonggak awal pemberitaan pertama dari orang2 pilihan yang berani menyampaikan kesaksian imannya dengan begitu bersemangat dan berapi2. Oleh sebab itu maka sering kali pentakosta juga di sebut sebagai hari semua orang percaya berkumpul pada satu tempat.

Ada berbagai multitafsir tentang makna pentakosta salah satunya karena pada hari itu trurunnya sebuah karunia atau tanda khusus yang dicurahkan secara masal yang betul2 menggemparkan semua orang yang hadir pada waktu itu. Tanda khusus ini menjadi penggenapan akan janji Yesus setelah kenaikannya ke surga, yakni, akan ada penghibur yang akan menyertai para murid dalam pelayanan mereka di tengah2 dunia ini. (Yohanes 14:26; 16:13).

Dalam perjanjian lama pentakosta adalah hari perayaan penuaian setelah panen gandum, yakni ketika ketika orang Yahudi mempersembahkan hasil pertama dari penghasilan mereka kepada Allah. (imamat 23:17).

Sedangkan dalam perjanjian baru makna dari perayaan ini dilambangkan sebagai penuaian awal bagi jiwa2 oleh Allah dalam dunia.

Terjadinya pemulihan kesatuan bahasa yang rusak ketika peristiwa Babel, (kejadian 11:1-9 ) Yaitu ketika hubungan manusia menjadi rusak akibat bahasa mereka di pisahkan. Kemampuan berbahasa yang berbeda2 oleh para rasul dan semua orang yang menerima pencurahan Roh Kudus pada hari itu,mengingatkan kita kepada cara kerja dan strategi penginjilan yang terjadi di dunia saat ini, bahwa untuk mempersatukan semua orang percaya yang seia sekata dan seiman adalah tentu dengan menggunakan berbagai macam bahasa. Kita kemudian akan memahami bahwa Injil dapat tersebar luas dengan luar biasa karena hal ini.

Lalu apa makna yang dapat kita renungi dari peristiwa dalam nast ini?

Apa saja pesan yang bisa kita temukan setelah kita mengetahui latar belakang peristiwa yang ternyata merupakan bukti karya Roh Kudus bagi orang percaya? Adakah yang berpikir sama seperti saya? jika pada saat peristiwa turunnya Roh Kudus saat itu, ( saya / anda ternyata sedang hadir disana ?

Roh Kudus mengubah dan memperbaharui, karena pada hari itu semua orang percaya akan mengalami peristiwa baru. Orang percaya akan berani tampil dan bersaksi tentang kebenaran iman. Orang pendiam akan menjadi banyak bicara, orang penakut akan menjadi pemberani. Orang yang sebelumnya tidak percaya akan menjadi percaya dan sudah percaya akan menjadi semakin diteguhkan.

Mengingatkan orang kepada dosa, sehingga orang akan takut dan bertobat, Roh Kudus sanggub mengubah hati dan pikiran bahkan seluruh indera manusia.

Mari kita berdoa

Bapa kami yang di surga

Bapa yang kami kasihi dan yang mengasihi kami

Kami ingin mengucap syukur dan terimakasih atas apa yang telah Tuhan perbuat dalam hidup kami, bahwa pada hari ini kami boleh mengingat dan merenungi kembali peristiwa kisah para rasul yang menerima curahan Roh Kudus Mu, peristiwa dimana Engkau hadir secara lansung untuk meneguhkan dan menguatkan para rasul dalam tugas penginjilan dan pelayanan mereka di tengah2 dunia. Kami percaya bahwa pada hari ini juga kami akan mengalami dan menerima kehadiranMu, ampuni lah dosa dan kesalahan kami agar keberdosaan dan keketerbatasan kami tidak akan menghalangi mujizat Mu terjadi, Bapa terimakasih untuk segenap kebaikan Mu yang telah memulihkan hidup kami, untuk semakin teguh dan kuat dalam iman dan pengharapan. Bahwa telah nyata kuasaMu terjadi dan kami telah menerimaNya, kami percaya bahwa kami telah di sembuhkan dan diubah dan tidak seorang pun yang dapat merebut kami dari keselamatan yang telah Tuhan rancang, di dalam namaMu kami berdoa dan mengucap syukur Amen.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wara dan hubungannya dengan Agama ( suku Dayak Tewoyan : Penelitian )

VIRUS CORONA DAN PEMAHAMANNYA DARI SEGI TEOLOGIS

The Law Of Attraction