Kisah Martin Luther Tokoh Reformasi Gereja Prostestan
Peristiwa 31 Oktober hari Martin Luther menempelkan 95 dalilnya
Hari ini 31 Oktober 2020 merupakan Tanggal yg diperingati
sebagai Hari Reformasi gereja. Tepat pada hari ini 503 tahun yang lal, tahun
1517 Martin Luther menempelkan kertas
yang berisi 95 dalil, di pintu kapel Gereja di Winttenberg Jerman, Peristiwa sejarah ini dicatat sebagai awal
mula gerakan Reformasi Kristen di daratan Eropa dan seluruh dunia yang kemudian
melahirkan Protestantisme.
Martin Luther adalah seorang Profesor Teologi, ahli Hukum
dan filsafat yang lahir di Jerman pada
10 November 1483. Ia adalah seorang
biarawan Katolik yang tergabung dalam Serikat Eremit Augustinus di Erfurt. Ia
sangat rajin berdoa,beribadah dan berpuasa serta disiplin mengikuti setiap
peraturan di biara. Dan membaca Alkitab dengan rajin dan teliti. Semua itu
diperbuatnya untuk mencapai kepastian tentang keselamatannya.
Berawal dari hati Luther yang mempunyai pergumulan berat,
Luther berpkir bagaimana memperolehkasih karunia Allah. Sedangkan Dalam ajaran
Gereja dimana Luther berada, Allah adalah seorang hakim yang akan menghukum
orang berdosa dan melepaskan orang tidak berdosa.
Dalam hal ini Luther merasa ia tidak mungkin menjadi
orang yangbebas tanpa dosa. Ia pasti mendapat hukuman dari Allah yang akan
bertindak sebagai hakim itu. Meski telah menjadi biarawan pergumulan dlm hati
nys itu tidak kunjung selesai. Pergumulannya ini diceritakannya kepada pimpinan
biara di Erfurt, yaitu Johann von Staupitz.
Johann von Staupitz menasihatkannya agar tidak memikirkan
apakah ia diselamatkan atau tidak. Yang penting adalah percaya kepada rahmat
Kristus dan memandang pada pengurbanan Kristus. Tetapi sikap gereja di mana
Luther berada sungguh sangat bertolak dari keyakinannya. Oleh sebab itu Ia menyatakan kritik atas sikap gereja,
Isi dari 95 dalil itu adalah bentuk protes dan ketidak
setujuan Martin Luther atas sikap gereja Katlolik, yaitu
mengenai penjualan indulgensi atau surat penghapusan dosa yang di keluarkan oleh otoritas gereja. bahwa
praktek pengampunan sudah merusak keyakinan umat. Untuk maksud itu, Luther
merumuskan 95 dalil yang ditempelnya di pintu gerbang gereja istana Wittenberg,
95 dalil itu mengangkat tuntutan-tuntutan Luther terhadap
apa yang ia anggap sebagai praktik penyalahgunaan oleh kaum rohaniwan Katolik, ia
mengkritik keputusan gereja karena mengedarkan dan menjual bentuk sertifikat
yang dipercaya mengurangi hukuman, atau dosa-dosa yang dilakukan oleh para
pembelinya ataupun orang-orang yang mereka kasihi yang berada dalam api
penyucian.
Dalam 95 dalil nya , Luther menyatakan bahwa pertobatan
yang disyaratkan oleh Yesus agar dosa-dosa dapat diampuni melibatkan pertobatan
rohani dari dalam batin dan bukan sekadar pengakuan sakramental dari luar. Ia
tidak setuju dengan ada nya praktik penjualan dan pembelian indulgensia atau
surat penghapus dosa, menurut Luther dengan adanya praktik ini maka umat
Kristen tidak akan menyadari pentingnya pertobatan sejati dan kesedihan karena
dosa, yaitu pertobatan dari hati dengan rendah hati. Sikap orang-orang akan merasa
aman hanya dengan membeli surat itu, Menurut Luther, surat penghapusan dosa membuat
umat Kristen kehilangan semangat untuk memberi kepada kaum miskin dan melakukan
tindakan belas kasih lainnya, karena meyakini bahwa dengan membeli sertifikat itu
maka sangat memudahkan manusia tanpa merasa bersalah dan seenaknya menyakini
bebas dari dosa. Luther juga menilai bahwa paus dapat memanfaatkan harta
kekayaan Gereja dari hasil penjualan itu, gereja di pandang telah diam2
melakukan korupsi dari keuntungan penjualan. Luther menilai bahwa gereja
menyimpang dari nilai-nilai kristen yang tidak alkitabiah mengajarkan pengampunan
kpada umat.
Dalil-dalil Luther itu menyebar dengan begitu cepat di
seluruh Jerman mengakibatkan Surat Indulgensia tidak laku lagi dan Luther dituduh
sebagai penyebabnya.
Paus Leo X menuntut agar Luther menarik kembali
ajarannya, tetapi Luther menolak dan membalas permintaan Paus
dengan memberi penjelasan di setiap dalilnya dengan penuh
penghormatan. Namun, Paus memerintahkan kepada Luther untuk menghadap
hakim-hakim Paus di Roma dalam waktu enam puluh hari. Luther menghadapi
berbagai ancaman,namun banyak pihak yang bersimpati melindungi Luther,
tetapi Luther tetap di anggab sebagai pemberontak dan
melawan gereja ia kemudian di kucilkan
dari gereja katolik Roma.
Meskipun demikian Luther sebelumnya tidak pernah berniat
memisahkan diri dari Gereja Katolik, ia hanya tidak setuju terhadap beberapa
ajaran yang ada. Martin Luther menolak beberapa ajaran dan praktek-praktek
gereja Katolik Roma yang menyatakan bahwa pembebasan terhadap dosa manusia bisa
dibayar dengan uang. Protes ini juga menjadi tonggak awal berdirinya ajaran
Kristen Protestan di dunia. yang memiliki ajaran sedikit berbeda dari katolik.
Perkembangan reformasi Luther berkembang dengan pesat.
Namanya bukan saja terkenal di Jerman tetapi juga di luar negeri. Tetapi itu adalah
sejarah masa lalu, bukan merupakan pemisah kekristenan yang secara umum tetap
sama berakar pada iman yang satu, yaitu Yesus Kristus sebagai juruslamat. Katolik
adalah sebutan bagi segenap umat Kristen yang merupakan bagian dari Gereja yang
esa tanpa pandang denominasi, gereja Katolik berbeda adalah karena gereja ini yang
bersifat umum.
oleh : Meliani 👩
Komentar
Posting Komentar