Parousia dan pandangan Teologi dalam Tulisan Paulus
Teologi
Perjanjian Baru II
1.
Pengertian Parousia
Parousia
dalam kata Yunani diartikan sebagai “Kehadiran”, di dalam Perjanjian Baru
istilah Parousia mencakup juga pengertian yang lebih mendalam. Pada kata Parousia terdapat dua kutub yang
berbeda, yaitu belum digenapi dan penggenapan.[1] Pada Perjanjian Baru digunakan untuk
kedatangan Kristus dalam kerangka Eskatologi dan di dalamnya termasuk
penghakiman dan kebangkitan. [2] Pada
zaman Paulus, lazim digambarkan demikian dalam sastra apokaliptik apa yang
pertama-tama terjadi ialah kebangkitan orang-orang Kristen yang meninggal.
Orang meninggal akan bergabung bersama Tuhan untuk bangkit pada hari
penghakiman.[3]
Parousia juga dapat diartikan dalam percakapan Yunani dipakai untuk mengartikan
kunjungan dari seorang penguasa atau orang yang berkuasa. [4]
Kedatangan Kristus kelak atau
kedatangan Mesias, yang juga dapat disebut ‘kedatangan-Nya sekali lagi’ atau
‘kedatangan Kristus yang kedua kali’. Ia akan datang pada akhir zaman untuk
memusnahkan Antikristus dan kejahatan, membangkitkan orang mati dan untuk
mengumpulkan orang-orang yang ditebus.[5] Namun sebelum kedatangan-Nya, akan ada
beberapa peristiwa yang terjadi. Ia akan melanggar perjanjian dengan Israel ini
setelah 3 1/2 tahun dan Masa Kesengsaraan Besar akan menimpa seluruh dunia dan
juga umat Israel, serta memuncak dalam kedatangan kedua kali. [6]
2.
Parousia dalam PB
Dua Tesalonika 2:1 mengatakan,
“Terang Kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia
kami minta kepadamu, Saudara-saudara.” Kedatangan adalah kata kunci. Ini bukan
kata biasa dalam Bahasa Yunani, ini merupakan kata Yunani Parousia, yang
berarti “kehadiran”.[7] Dari Kitab Matius sampai Wahyu, kata ini
sering sekali digunakan dalam bagian-bagian yang berhubungan dengan kedatangan
Kembali Tuhan. Dalam surat-susat Paulus istilah tersebut memperoleh arti
khusus, yaitu kedatangan dan kehadiran Kristus sebagai Hakim dunia (1 Tes.
2:19; 3:13; 1 Kor. 15:23).[8] Dalam Injil Matius pun istilah Parousia
berkaitan dengan Yesus Kristus, yaitu dengan kedatangan-Nya sebagai Yang
Dimuliakan, yang pada akhir zaman menjadi Hakim dunia. Istilahnya menggantikan
istilah “hari Tuhan” dan “kedatangan kerajaan Allah”. [9]
Dunia Perjanjian Baru mengungkapkan
tentang kedatangan Anak Manusia (merupakan salah satu gelar Kristus, Mat. 8:
20; 9: 6; 10: 21; 12: 8 terdapat pula dalam kitab Injil yang lainnya beserta
beberapa kitab yang lain). Bagi Yesus sendiri, kedatangan yang kedua kali ini
ialah sesuatu hal yang pasti. Di dalam salah satu perkataan Yesus, kedatangan
yang kedua kali dihubungkan secara khusus dengan Kerajaan Allah (Mat. 16:28;
Mrk. 9:1), dan hal ini merupakan petunjuk untuk memperoleh pengertian yang
benar mengenai perkataan lainnya tentang “kedatangan yang kedua kali” pada masa
depan.[10] Kedatangan yang kedua kali ini juga
digambarkan menggunakan lambang-lambang sebagai tanda kedatangan-Nya. Dalam
Mrk. 13:26; 14: 16; Mat. 24:30; 26:62; Luk. 21: 27, disebutkan mengenai kedatangan-Nya
dalam awan-awan.[11]
Tertadap pula tanda-tanda yang terjadi sebelum Kedatangan Kristus, namun
tanda-tanda ini masih diragukan apakah harus terjadi atau hanyalah merupakan
ungkapan simbolis. Tanda-tanda ini diungkapkan dalam khotbah tentang Akhir
Zaman, seperti peperangan, gempa bumi, kelaparan, penganiayaan (Mrk. 13: 7-9;
Mat. 24: 6-9; Luk. 21:10-12).[12] Namun, dari semua pernyataan tentang
kedatangan Kristus yang kedua kalinya ini tidak ada seorang pun yang tahu kapan
akan terjadinya, termasuk para malaikat-malaikat di sorga. Hanya Kristus yang
tahu kapan masanya.
3. Kekhasan Eskatologi Paulus[13]
Eskatologi Paulus menjadi pembahasan
yang sangatlah penting dikarenakan Paulus adalah penulis kitab dalam PB dan
juga menjadi salah satu pembawa (pengajar) kabar baik yang sangat terkenal yang eksistensinya hampir setara dengan Yesus
itu sendiri dikarenakan kuasa-kuasa yang telah diberikan kepadanya. Dengan banyaknya tulisan oleh Paulus ini
sehingga pemikirannya mengenai esktalogi sangat dominan dalam kitab Perjanjian
Baru. Eskatologi bukanlah sebuah omong kosong belaka pada teologi Paulus. Juga
bukan hasil dari warisan dari teologi Yahudi yang sedikit banyak telah
disesuaikan dengan iman kristiani. Teologi Paulus secara hakiki bersifat
eskatologis, justru karena bersifat kritologis. Karena titik pangkal teologi
Paulus dan seluruh gereja purba adalah kebangkitan Kristus.
Eskatologi Paulus menjadi sebuah
perdebatan hingga saat ini. Istilah esktalogi berasal dari dua akar kata Yunani yaitu “eskhatos =
akhir” dan “logos = ilmu”. Telah
dijelaskan bahwa ekstalogi Paulus ini bukan merupakan sebuah warisan dari
teologi Yahudi. Namun tidak dapat disangkal bahwa munculnya gagasan atau ide
pemikiran eskatologi Paulus pasti ada sedikit dipengaruhi oleh pemahaman Yahudi
dan Yunani serta penglaman kristiani Paulus sendiri. Secara spesifik, gagasan
utama dari ekatologi Paulus adalah membahas mengenati “kedetangan Kristus yang
Kedua Kali”. Kekhasan eskatologi Paulus ini muncul melalui istiliah Yunani
yaitu “Parousia yang berarti kehadiran atau tiba” Paulus menggunakan kata
Parousia ini dalam beberapa keadaan seperti pada menjelaskan kehadiran dirinya
(2 Korintus 10:10) dan menjelaskan kehadiran si pendurhaka dan kedatangan
Kristus kedua kali (2 Tesalonika 2:9; 1 Tesalonika 4:15, 5:23) juga Paulus
menggunakan kata ini sebanyak 11.
Namun terdapat ciri yang menjadi
sebuah ciri khas dalam eskatologi Paulus terhadap kata Parousia ini. Yaitu :
3.1 Kekhasan pertama.
Parosia semata-mata tidak hanya
membahas mengenai kedatangan Kristus kedua kali. Istilah ini juga digunakan
dalam dua pembahasan atau konteks secara teologis dan non telogis. Dalam
penggunaan konteks non teologis dalam budaya Yunani kata Parousia digunakan
untuk kedatangan atau kunjungan dari penjabat tinggi hal ini dapat dilihat dari
2 Kor. 10:10. Lalu secara teologis adalah pada tulisan-tulisan Paulus untuk
menjelaskan kedatangan Kristus kedua kali.
3.2 Kekhasan kedua
Kekhasan kedua ini ditinjau dari
perspektif Paulus mengenai kedatangan Kristus kedua kali, yang diyakini akan
terjadi tidak lama lagi pada masa Paulus masih hidup. Walaupun tampak yakin
mengenai Paulus yang yakin terhadap waktu kedatangan Kristus. Paulus masih
memiliki beberapa keraguan sehingga ia menulis dan menambahakan yang menegaskan
bahwa kedatangan Tuhan itu seperti pencuri pada malam hari yang mana hal ini
dijelaskan Paulus kepada jemaat di Tesalonika.
3.3 Kekhasan tiga
Paulus
dalam menggunakan istilah parousia tidak menunjuk kepada kedatangan yang
pertama dari Kristus, Paulus selalu mengarah kepada kedatangan Kristus kedua
kali yang menandakan akhir zaman (nampak pada tulisan Paulus dalam 2 Tes. 2:9).
3.4 Kekhasan keempat
Pemikiran esktalogi Paulus sangat
kental diwarnai dengan pemikiran kristologinya (pengalaman kristiani Paulus
yaitu perjumpaannya dengan Yesus yang memberikan konstribusi pemikiran kristolginya).
Tulisan dari salah satu Dosen sekaligus Pendeta May Linda Sari yang menjelaskan
“gagasan eskatologi Paulus berfokus pada diri an peristiwa yang melingkupi
Yesus. Jadi, suatu eskatologi yang bersifat kristologi”.
3.5 Kekhasan kelima
Kemenangan Allah yang
diharap-harapkan pada akhir zaman bukan hanya memberikan pengaruh dan dampak
bagi individu-individu tertentu saja, melainkan bagi keseluruhan makhluk hidup
di alam semesta. Adanya kelima kekhasan eskataologi Paulus yang nampak melalui
pengertian dari sebuah istilah parousia yang digunakan Paulus, hanya merujuk
pada kedatangan Kristus kedua kali, serta nuansa pemikiran kristologi yang
sangat kental yang dapat ditemukan dalam pemikiran eskatologi Paulus.
4.
Pandangan dalam beberapa Ayat Alkitab mengenai Parousia
4.1
Menurut teologi dan Tulisan-tulisan Paulus
Perjanjian baru terdapat banyak kata
yang menggambarkan tentang Parousia,Kristus akan menghakimi dunia dan menegakkan
kerajaan seribu tahunNya.[14] Tanda-tanda
tentang rahasia kedatangan kedua kali juga sudah diberitahukan oleh Yesus kepada para murid. Secara terperinci dalam
Injil Matius mengenai Parousia yakni Pasal 24 pada ayat 27 “ Sebab seperti kilat memancar dari sebelah
timur dan melontarkan cahaya nya sampai ke barat, demikian pulalah kelak
kedatangan Anak Manusia”. kedatangan yang kedua kali dalam ayat ini
menjelaskan bahwa di saat kehadiran Anak manusia maka berita nya akan tersebar
cepat dan semua orang akan melihat dan mengetahuinya pada hari itu juga.
Gambaran tentang kilat dapat dipahami sebagai sebuah kecepatan luar biasa atau
sebuah peristiwa besar yang di alami seluruh umat manusia secara bersamaan pada
hari itu. Suatu peristiwa yang sangat besar sehingga demikian cepatnya
menggemparkan penduduk dunia. Semua perhatian dan pandangan akan tertuju hanya
untuk peristiwa besar itu.
Paulus juga memberi kesaksian yang
sama melalui beberapa surat yang dia kirim kepada jemaat-jemaat,teologi Paulus
akan terlihat melalui beberapa surat yang suratnya, menurut Paulus Parousia
merupakan perwujudan pemerintah Kristus.[15] Dalam
pemeritahan Kristus itu maka semua orang yang percaya dalam namaNya akan
dikumpulkan bersama sebagai umatNya. Pernyataan
ini ditemukan pada Surat Paulus 2 Tesalonika 2:1b “Tentang Kedatangan Tuhan Yesus Kristus dan terhimpunnnya kita dengan
Dia...”lalu 1 Korintus 15:24;15:51-53. Menurut surat 2
Tesalonika, dalam penghakiman terakhir umat Kristen yang tertindas dan
teraniaya akan memperoleh ganjaran, sedangkan para penindas dan penganiayanya
justru akan dihukum dalam kebinasaan kekal (1:5-10).Allah akan mengadakan
pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Dia dan tidak menaati Injil
Yesus. Semua itu akan terjadi pada hari Tuhan, ketika Yesus dimuliakan di
antara orang-orang kudus. Sekalipun hari Tuhan merupakan hari pembalasan, namun
jemaat diingatkan agar mereka tidak gelisah dan dibingungkan oleh pemberitaan
bahwa hari Tuhan itu telah tiba, baik yang disampaikan melalui perkataan maupun
surat yang dikatakan dari para rasul. Sebab kedatangan hari Tuhan akan didahului
dengan tanda-tanda, yaitu kedatangan kemurtadan dan manusia durhaka (yang
disebut: parousia si pendurhaka) sebagai manifestasi kuasa Iblis, yang kelak
bersama para pengikutnya akan dibinasakan (2:1-12).
4.2 Pandangan Parousia
di dalam Kitab
Wahyu
Yohanes yang
mengalami penglihatan di pulau
Patmos menulis beberapa
ayat sebagai kesaksian yang merujuk
kepada “Parousia atau kedatangan
Tuhan” serta juga ada penjelasan tentang
hal Parosia ditemukan
dalam kitab Wahyu.
Dalam perjanjian Baru
banyak membahas mengenai
Kedatangan Yesus Kedua
Kali atau Parousia,
namun secara pandangan
Alkitab Parousia itu dijumpai
di dalam kitab
Wahyu dimana menceritakan berbagai macam
sebab dan peristiwa-peristiwa yang
terjadi. Ayat 22 : 6 -21 dijelaskan bahwa “Kedatangan
Yesus Kedua kali
atau Parousia” sangat akurat
dijelaskan oleh penulis
dalam kitab wahyu, dimana
Parousia di dalam kitab Wahyu
memusatkan kedatangan Kristus
yang kedua kali
sebagai puncak zaman
sekarang. Kitab Wahyu
juga menjelaskan banyak pokok
pemikiran mengenai akhir
jaman yang menjadi sentral utama.
Pusat pandangan dari
kitab Wahyu, banyak
menjelaskan ajaran-ajaran mengenai
masa yang akan datang. Kitab Wahyu
juga memberikan atau
membawa amanat atau pesan
pada keadaan pada abad
pertama dan sekaligus
memperlihatkan tanda akhir
jaman. Dalam penyajian
akhir sejarah manusia
merupakan hal yang
berharga, karena hal itu merupakan
satu-satunya penyajian
mengenai tema dalam
Perjanjian Baru.[16]
Dalam bahasa
Yunani kata Parousia
ini salah satu
tema kunci di dalam
kitab Wahyu. Pada abad
ini, para penafsir- penafsir menggunakan
perkataan yang khusus untuk
menandai “Kedatangan Yesus
yang kedua kali
pada akhir zaman”. Dimana kata
utama Parousia ini mengarah
pada kenyataan, pribadi, hidup,
abadi dan kehadiran aktif. Dalam
kalimat terakhir dari
injil Matius Yesus
berjanji “Aku menyertai
kamu senantiasa”. Dalam Kitab
Wahyu menangkap kesadaran
yang kuat tentang
Parousia Yesus yang
terus- menerus menyatakan kedatangan-Nya. Kitab
Wahyu memperlihatkan kepada
kita bahwa adanya
kepenuhan-ya dalam kerajaan,
dalam penghakiman, dalam peperangan, dalam kurban imani, dalam tubuh dan darah, jiwa
dan keilahian pada
saat itu umat
Kristen merayakan Ekaristi.
Dimana Yesus datang
kembali pada akhir
zaman, dengan kemuliaan
dimana Allah menyatakan
kemuliaan-nya kepada manusia
mengenai Roh Kudus
dan surga di atas
bumi.
Kitab Wahyu
dari awal sampai
akhir menceritakan campur
tangan Allah secara
keseluruhan yang bersifat
historis seperti :
Malapetaka, Peperangan, Tindakan
Liturgi, Madah-madah, Doksologi, Persembahan anggur, dan pendupaan.[17] ayat
22:6-17 dalam ayat
ini menjelaskan Allah
memberikan Roh kepada
para nabi, serta
memberikan Nubuat kepada
orang-orang, serta menjelaskan
hidup dalam Tuhan, mentaati perintah Tuhan.
ayat 1 :7 kedatangan-Nya bukanlah
bersifat suatu rahasia. Wahyu 25:31-34 sesungguhnya Allah
datang segera dan aku
membawa upahku untuk membalaskan
kepada setiap manusia
menurut perbuatan-Nya.
[6]
John F. Walvoord,
Penggenapan Nubuat Masa Kini - Zaman Akhir (Malang: Gandum Mas, 2020), 215.
e-book
[7] Witness Lee, Sketsa Umum Perjanjian Baru Dalam Terang
Kristus dan Gereja (2): Kitab Roma sampai Kitab Filemon (Surabaya: Yayasan
Perpustakaan Injil Indonesia), … diakses pada tanggal 24 September 2020, https://books.google.co.id/books?id=5VHWDwAAQBAJ&dq=parousia+dalam+Perjanjian+baru&hl=id&source=gbs_navlinks_s
[8] J. T.
Nielsen, Tafsiran Alkitab Matius…, 32, diakses pada tanggal 24 September
2020, https://books.google.co.id/books?id=h8eTEfkbaKIC&pg=PA32&dq=parousia+dalam+Perjanjian+baru&hl=id&sa=X&ved=2ahUKEwjXrunr14bsAhXAILcAHctBDFMQ6AEwA3oECAUQAg#v=onepage&q=parousia%20dalam%20Perjanjian%20baru&f=true
[10] Donald
Guthrie, Teologi Perjanjian Baru 3,
terj. New Testament Theology. Diterjemahkan oleh Lisda Tirtapraja Gamadhi
(Jakarta: BPK Gunung Mulia 19996), 132.
[13] May
Linda Sari, Artikel, Gagasan Ekstalogi Paulus dan Maknanya bagi Jemaat pada
Masa Kini, Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis,
http://sttgke.tripod.com/id16.html
Peter C. Phan, 101 Tanya-Jawab tentang
Kematian dan Kehidupan Kekal, (Yogyakarta: Kanisius, 20095), 68, diakses
tanggal 27 September 2020, https://books.google.co.id/books?id=RUDsXyr5eg4C&pg=PA68&dq=eskatologi+paulus&hl=id&sa=X&ved=2ahUKEwjpv_GFzYjsAhUu7HMBHdJwD88Q6AEwAXoECAEQAQ#v=onepage&q=eskatologi%20paulus&f=false
[14] John F. Walfoord, Penggenapan Nubuat Masa Kini - Zaman Akhir,
( Malang : Gandum Mas,2020), 215 diakses pada tanggal 25 September 2020, https://books.google.co.id/books?id=i8XyDwAAQBAJ&pg=PA215&dq=kedatangan+kedua+kaliNya&hl=id&sa=X&ved=2ahUKEwj_6c6_s4bsAhXWlEsFHWfnBqQQ6AEwAXoECAUQAg#v=onepage&q=kedatangan%20kedua%20kaliNya&f=false
Komentar
Posting Komentar